Website Resmi Desa Bibis - Kecamatan Sukomoro
Desa Bibis, Kecamatan, Kabupaten Mageran
📧 desabibis94@gmail.com   |   ☎️ -   |   🏷️ Kode Pos: 63391

DUKUNG KETAHANAN PANGAN DESA BIBIS, MAHASISWA TEKNIK INFORMATIKA UNESA , HADIRKAN INOVASI BERBASIS AI

29 September 2026 • Anonim • 28 kali dibaca
0
DUKUNG KETAHANAN PANGAN DESA BIBIS, MAHASISWA TEKNIK INFORMATIKA UNESA , HADIRKAN INOVASI BERBASIS AI
Klik gambar untuk memperbesar

Dukung Ketahanan Pangan Desa Bibis, Mahasiswa Teknik Informatika UNESA

Hadirkan Inovasi Agritech Berbasis AI dan Sistem Traceability QR Code

 

 

“Kantor Kepala Desa Bibis, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan.” 

 

MAGETAN — Mahasiswa Program Studi S1 Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas

Negeri Surabaya (UNESA) berhasil mengimplementasikan inovasi teknologi pertanian cerdas (smart farming) di sentra perkebunan Jeruk Pamelo (sering dikenal Jeruk Bali) Desa Bibis,

Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan. Program yang merupakan luaran dari skema Mobilitas Akademik Program Studi Independen ini melahirkan platform agritech bernama "Maxima" (diambil dari nama latin Jeruk Pamelo, Citrus maxima) , sebuah sistem terpadu yang memadukan deteksi dini penyakit tanaman berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dengan sistem ketertelusuran (traceability) produk pertanian berbasis QR Code.

 

Jeruk Pamelo (Citrus maxima) Desa Bibis telah lama dikenal luas sebagai komoditas hortikultura unggulan Magetan yang menembus pasar nasional hingga mancanegara. Meskipun ekosistem ekonominya telah berkembang pesat, petani di lapangan tetap menghadapi tantangan dalam mempertahankan konsistensi mutu akibat risiko serangan penyakit tanaman yang terlambat teridentifikasi serta belum tersedianya sistem ketertelusuran (traceability) dan sistem pencatatan riwayat perawatan tanaman berbasis digital. 

 

 

 

 

“Antarmuka halaman utama platform website Maxima.” 

Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa mengembangkan sistem cerdas menggunakan arsitektur Convolutional Neural Network (CNN) MobileNetV2. Melalui model ini, petani dapat mendiagnosis gejala penyakit pada daun pohon jeruk secara objektif, instan, dan akurat hanya dengan mengunggah foto daun melalui peramban web ponsel pintar.

 

 

 

“Antarmuka platform Maxima yang mengintegrasikan diagnosis kesehatan tanaman dan sistem deteksi penyakit pada daun jeruk berbasis kecerdasan buatan.” 

Usung Kebaruan Berbasis AI, Tingkatkan Nilai Jual Produk

Penerapan sistem traceability pada komoditas buah sebenarnya telah sukses diterapkan di negara maju seperti Jepang melalui penggunaan barcode dan QR Code untuk transparansi riwayat panen. Namun, platform Maxima menghadirkan novelty (kebaruan) unggulan yang belum ada pada sistem konvensional tersebut, yaitu pengintegrasian AI diagnostik secara real-time.

Melalui integrasi ini, transparansi riwayat panen tidak hanya sekadar mencatat tanggal pemetikan, tetapi juga memverifikasi kesehatan tanaman secara otomatis. Apabila pohon terdeteksi sedang terserang patogen, akses penelusuran publik akan secara otomatis ditolak demi memastikan konsumen hanya memperoleh buah yang memenuhi standar jaminan mutu (Quality Assurance).

Integrasi jaminan kualitas (Quality Assurance) berbasis AI dan rekam jejak digital transparan ini diharapkan mampu meningkatkan nilai jual (economic value) dan daya saing pasar Jeruk Pamelo Desa Bibis. Dengan adanya branding digital yang terpercaya, Jeruk Pamelo tidak hanya dijual sebagai komoditas mentah biasa, tetapi sebagai produk hortikultura premium bergaransi mutu yang siap menembus segmen pasar yang lebih luas. 

Koordinator Program Studi Teknik Informatika UNESA, Paramitha Nerisafitra, S.ST., M.Kom., menyambut positif terlaksananya hilirisasi teknologi karya mahasiswa ini.

"Penerapan platform Maxima di Desa Bibis merupakan wujud nyata kontribusi keilmuan informatika dalam menyelesaikan permasalahan nyata masyarakat pedesaan. Mahasiswa tidak hanya menguasai teori komputasi di ruang kelas, tetapi juga mampu mengonversi keahlian rekayasa perangkat lunak dan AI menjadi produk bernilai guna tinggi yang mendukung digitalisasi sektor pertanian lokal," ungkapnya.

 

 

“Mahasiswa Teknik Informatika UNESA mendemonstrasikan sistem pemindaian kecerdasan buatan untuk mendeteksi penyakit pada pohon Jeruk Pamelo bersama perangkat desa di Kantor Desa Bibis, Sukomoro, Magetan.” 

 

Kegiatan implementasi lapangan dan sosialisasi platform ini disambut antusias oleh perwakilan kelompok desa setempat. Melalui pelatihan langsung pengoperasian sistem, para petani kini memiliki rujukan digital yang praktis untuk memantau kesehatan tanaman secara teratur sekaligus meningkatkan nilai tawar ekonomi Jeruk Pamelo Desa Bibis.

 

Inisiatif ini sejalan dengan komitmen Universitas Negeri Surabaya dalam mendukung capaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya poin tanpa kelaparan dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan melalui pemanfaatan teknologi tepat guna di daerah.